Angkutan Alat Berat & Muatan Proyek: Lowbed, Selfloader, Flatbed & Crane
Ventya Gema Kustriarty · Chief Operating Officer Logisly ·
Pengangkutan alat berat dan muatan proyek membutuhkan armada khusus seperti trailer lowbed untuk muatan tinggi dan berat, flatbed untuk muatan panjang, truk selfloader yang bisa memuat sendiri dengan crane, serta crane untuk pekerjaan angkat di lokasi. Pemilihan armada yang tepat menentukan keamanan muatan, keselamatan di jalan, dan kelancaran proyek.
Excavator, mesin produksi, trafo, atau struktur baja tidak bisa diperlakukan seperti muatan biasa. Salah memilih armada bisa berujung pada muatan yang tidak bisa lewat, kerusakan, atau risiko keselamatan.
Jenis armada untuk muatan berat dan proyek
| Armada | Fungsi | Contoh muatan |
|---|---|---|
| Trailer lowbed | Lantai rendah sehingga muatan tinggi tetap aman melewati jembatan dan kabel | Excavator, bulldozer, mesin besar |
| Trailer flatbed | Lantai datar tanpa dinding, mudah dimuat dari samping atau atas | Baja, pipa, panel, mesin |
| Tronton selfloader | Truk dengan crane terpasang, bisa memuat dan menurunkan barang sendiri | Material proyek, mesin kecil-menengah, muatan di lokasi tanpa crane |
| Crane 50 ton | Mengangkat muatan berat saat bongkar atau muat | Mesin, struktur, muatan yang tidak bisa diangkat forklift |
Semua unit di atas pernah menjalankan order di jaringan Logisly.
Hal yang perlu disiapkan sebelum pengiriman
- Dimensi dan berat muatan secara akurat, termasuk titik angkat jika ada.
- Kondisi rute: tinggi jembatan, lebar jalan, tanjakan, dan akses ke lokasi.
- Kondisi lokasi muat dan bongkar: apakah tersedia crane atau alat angkat, dan apakah tanahnya kuat.
- Perizinan dan pengawalan yang mungkin diperlukan untuk muatan dengan dimensi atau berat tertentu, sesuai ketentuan yang berlaku.
- Pengamanan muatan: pengikatan, penyangga, dan perlindungan permukaan.
- Asuransi untuk muatan bernilai tinggi.
Risiko yang harus diantisipasi
- Muatan terlalu tinggi untuk melewati jembatan atau kabel di rute.
- Muatan bergeser karena pengikatan kurang kuat.
- Lokasi bongkar tidak memiliki alat angkat yang memadai.
- Keterlambatan karena perizinan atau jadwal pengawalan.
Pengiriman alat berat bersama Logisly
- Armada khusus di jaringan Logisly: trailer lowbed panjang, flatbed 20' dan 40', tronton selfloader, dan crane 50 ton.
- Personel lapangan untuk membantu pemilihan armada serta mengawasi proses muat, bongkar, dan koordinasi di lokasi.
- Sopir dan tim terlatih mengikuti standar keselamatan, dan Logisly bersertifikat K3.
- Asuransi pengiriman dan manajemen klaim untuk muatan bernilai tinggi.
- Pelacakan real-time dan tim operasional 24/7 selama perjalanan.
- Kombinasi dengan Ro-Ro atau pengiriman laut untuk proyek di luar Jawa.
Pertanyaan yang sering diajukan
Apa bedanya lowbed dan flatbed?
Lowbed memiliki lantai yang lebih rendah sehingga cocok untuk muatan yang tinggi seperti alat berat. Flatbed memiliki lantai datar standar untuk muatan panjang atau berat yang tidak terlalu tinggi.
Apa itu truk selfloader?
Truk yang dilengkapi crane sendiri, sehingga bisa memuat dan menurunkan barang tanpa alat angkat tambahan di lokasi.
Apakah Logisly bisa mengirim alat berat ke luar Jawa?
Bisa, dengan kombinasi trucking dan moda laut seperti Ro-Ro, tergantung rute. Detailnya dikonfirmasi bersama tim Logisly.
Punya muatan proyek atau alat berat? Konsultasikan dimensi, berat, dan rute Anda dengan tim Logisly di Logisly.com.

Chief Operating Officer Logisly
Berpengalaman 20+ tahun di industri logistik dan startup, berfokus pada efisiensi operasional dan pertumbuhan bisnis.