FCL vs LCL: Panduan Memilih Pengiriman Kontainer Laut Antarpulau

Ventya Gema Kustriarty · Chief Operating Officer Logisly ·

FCL (Full Container Load) adalah pengiriman satu kontainer penuh yang hanya berisi barang satu shipper. LCL (Less than Container Load) adalah pengiriman di mana barang beberapa shipper digabung dalam satu kontainer, dan dihitung berdasarkan volume (CBM). Untuk negara kepulauan seperti Indonesia, keduanya menjadi tulang punggung distribusi antarpulau.

Jika Anda pernah bingung apakah harus menyewa satu kontainer penuh atau cukup "menumpang" di kontainer bersama, artikel ini untuk Anda.

Apa itu FCL?

Dengan FCL, satu kontainer 20 ft atau 40 ft dipakai khusus untuk barang Anda. Kontainer dimuat di lokasi Anda atau di depo, disegel, lalu dikapalkan tanpa dicampur barang lain.

Apa itu LCL?

Dengan LCL, barang Anda dikonsolidasikan bersama barang shipper lain di satu kontainer. Anda hanya menggunakan sebagian ruang sehingga perhitungannya per CBM.

Perbandingan FCL dan LCL

Aspek FCL LCL
Isi kontainer Barang satu shipper Barang beberapa shipper
Dasar perhitungan Per kontainer Per CBM
Handling Minimal, kontainer disegel dari asal Ada proses konsolidasi dan pemisahan
Waktu Lebih sederhana dan terprediksi Menyesuaikan jadwal konsolidasi
Keamanan barang Lebih tinggi Lebih banyak titik perpindahan
Cocok untuk Volume besar, barang sensitif, pengiriman rutin Volume kecil-menengah, kebutuhan sesekali

Kapan memilih FCL?

  • Barang hampir atau sudah mengisi satu kontainer 20 ft atau 40 ft.
  • Barang tidak boleh dicampur dengan muatan lain.
  • Anda mengirim secara rutin ke pulau yang sama.
  • Barang rentan rusak sehingga perlu handling seminimal mungkin.

Kapan memilih LCL?

  • Anda hanya mengirim beberapa palet atau karton.
  • Pengiriman antarpulau bersifat sesekali, misalnya membuka cabang baru.
  • Jadwal kirim masih cukup fleksibel.

Jangan lupakan perjalanan darat di kedua ujungnya

Pengiriman laut jarang berdiri sendiri. Barang harus dijemput dari gudang asal ke pelabuhan dan diantar dari pelabuhan tujuan ke penerima. Tanpa koordinasi yang baik, barang bisa tertahan di pelabuhan menunggu truk.

Karena itu, pertimbangkan layanan door-to-door yang sudah mencakup trucking first mile dan last mile, bukan hanya port-to-port.

Pengiriman laut bersama Logisly

  • FCL dan LCL untuk kontainer 20 ft dan 40 ft ke berbagai pulau di Indonesia.
  • LCL berbasis CBM ke Jawa, Sumatera, Bali, dan pulau lainnya.
  • Trucking first mile dan last mile dari jaringan 100.000+ truk, sehingga pengiriman bisa diatur dari pintu ke pintu.
  • Opsi lain dalam satu penawaran: roll-on/roll-off dan kombinasi multimoda, sehingga Anda bisa membandingkan pilihan per rute.
  • Pemantauan dan dokumen dalam TMS gratis, dengan tim operasional 24/7.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa bedanya kontainer 20 ft dan 40 ft?

Kontainer 40 ft memiliki panjang sekitar dua kali kontainer 20 ft. Pilihan bergantung pada volume dan berat barang, karena barang yang sangat berat kadang lebih cocok di kontainer 20 ft.

Apakah LCL aman untuk barang mudah pecah?

Bisa, dengan kemasan yang tepat. Namun karena ada proses konsolidasi, FCL biasanya lebih aman untuk barang yang sangat rentan.

Apakah Logisly melayani pengiriman laut untuk UMKM?

Ya. LCL berbasis CBM memungkinkan UMKM mengirim antarpulau tanpa harus mengisi satu kontainer penuh.

Mengirim barang antarpulau? Minta tim Logisly membandingkan opsi FCL, LCL, dan Ro-Ro untuk rute Anda di Logisly.com.

Ventya Gema Kustriarty

Ventya Gema Kustriarty

Chief Operating Officer Logisly

Berpengalaman 20+ tahun di industri logistik dan startup, berfokus pada efisiensi operasional dan pertumbuhan bisnis.