FTL vs LTL: Perbedaan, Kelebihan & Cara Memilih untuk Bisnis
Ventya Gema Kustriarty · Chief Operating Officer Logisly ·
FTL (Full Truck Load) memakai satu truk khusus untuk muatan satu shipper, sedangkan LTL (Less Than Truckload) berbagi ruang truk dengan shipper lain dan dihitung berdasarkan volume (CBM) yang terpakai. Keduanya sama-sama pengiriman darat. Perbedaannya ada pada seberapa banyak barang Anda, seberapa cepat harus sampai, dan seberapa sensitif barangnya.
Salah pilih mode sering baru terasa belakangan: truk besar yang jalan setengah kosong, atau barang penting yang tertahan menunggu jadwal konsolidasi. Artikel ini membantu Anda memilih dengan tepat sejak awal.
Apa itu FTL?
FTL adalah pengiriman satu kendaraan penuh untuk satu shipper. Truk menjemput di lokasi Anda dan langsung menuju tujuan tanpa singgah untuk mengambil muatan lain. Ukurannya bisa apa saja, dari pickup sampai trailer, selama kendaraan itu dipakai khusus untuk Anda.
Apa itu LTL?
LTL adalah pengiriman yang menggabungkan muatan beberapa shipper dalam satu truk. Anda hanya menggunakan sebagian ruang, sehingga perhitungannya berbasis volume (CBM). Model ini cocok ketika muatan terlalu sedikit untuk mengisi satu truk.
Perbandingan FTL dan LTL
| Aspek | FTL | LTL |
|---|---|---|
| Penggunaan ruang | Seluruh truk untuk satu shipper | Berbagi dengan shipper lain |
| Dasar perhitungan | Per truk / per trip | Per CBM (volume terpakai) |
| Rute | Langsung, tanpa singgah | Mengikuti jadwal konsolidasi |
| Kecepatan | Lebih cepat dan pasti | Bisa lebih lama karena konsolidasi |
| Handling barang | Minimal, sekali muat sekali bongkar | Lebih sering dipindah |
| Cocok untuk | Volume besar, barang sensitif, rute rutin | Beberapa palet, pengiriman sesekali |
Kapan FTL lebih tepat?
- Muatan mengisi sebagian besar kapasitas truk.
- Barang harus tiba pada jam tertentu, misalnya untuk jadwal produksi.
- Barang rentan rusak, bernilai tinggi, atau tidak boleh dicampur.
- Pengiriman rutin antar gudang, pabrik, atau distribution center.
Kapan LTL lebih tepat?
- Anda hanya mengirim beberapa palet atau karton.
- Jadwal kirim masih fleksibel beberapa hari.
- Anda ingin mengirim ke pulau lain tanpa harus mengisi satu truk penuh.
- Pengiriman bersifat sesekali, misalnya mengisi stok cabang baru.
Tiga pertanyaan cepat sebelum memutuskan
- Berapa volume dan berat muatan? Jika mendekati kapasitas satu truk, FTL hampir selalu lebih masuk akal.
- Seberapa ketat tenggat waktunya? Semakin ketat, semakin kuat alasan memakai FTL.
- Seberapa rentan barangnya? Semakin sedikit bongkar-muat, semakin kecil risiko rusak. Ini keunggulan FTL.
Tidak harus memilih salah satu
Banyak perusahaan memakai keduanya: FTL untuk pengiriman utama yang rutin, LTL untuk kebutuhan kecil atau cabang dengan volume rendah. Yang penting, keduanya dikelola dengan standar yang sama: bisa dilacak, punya dokumen yang jelas, dan ada tim yang bertanggung jawab jika terjadi kendala.
Logisly menyediakan keduanya dalam satu akun:
- FTL dengan armada pickup, CDE, CDD, wingbox, tronton, hingga trailer, dengan kapasitas truk rigid hingga 25 ton atau 60 CBM per truk, serta trailer untuk muatan yang lebih besar.
- LTL berbasis CBM ke Jawa, Sumatera, Bali, dan pulau lain di Indonesia, sehingga Anda cukup membayar ruang yang dipakai.
- Standar layanan yang sama untuk keduanya: pelacakan real-time, proof of delivery digital, dan tim operasional 24/7.
Logisly juga menerima order dari UMKM dan individu melalui website atau WhatsApp, jadi pengiriman kecil tetap mendapat standar layanan enterprise.
Pertanyaan yang sering diajukan
Apakah LTL selalu lebih lambat dari FTL?
Umumnya ya, karena muatan harus dikonsolidasi dengan barang shipper lain. Namun untuk kebutuhan yang tidak mendesak, selisih waktunya sering sepadan dengan efisiensinya.
Apa itu CBM dalam LTL?
CBM (cubic meter) adalah satuan volume: panjang × lebar × tinggi dalam meter. LTL memakai CBM karena ruang truk yang dipakai lebih menentukan daripada beratnya.
Apakah LTL bisa untuk pengiriman antarpulau?
Bisa. Logisly melayani LTL dan LCL (Less than Container Load) berbasis CBM ke berbagai pulau di Indonesia.
Bisakah UMKM memakai FTL?
Bisa. FTL tidak harus truk besar. Pickup atau CDE yang dipakai khusus untuk satu pengiriman juga termasuk FTL.
Masih ragu FTL atau LTL? Kirim detail muatan Anda ke tim Logisly lewat Logisly.com atau WhatsApp. Kami bantu pilihkan mode dan armada yang paling sesuai.

Chief Operating Officer Logisly
Berpengalaman 20+ tahun di industri logistik dan startup, berfokus pada efisiensi operasional dan pertumbuhan bisnis.