Terlalu Banyak Vendor Logistik? Cara Menyederhanakan Tanpa Kehilangan Kapasitas

Ventya Gema Kustriarty · Chief Operating Officer Logisly ·

Mengelola terlalu banyak vendor logistik membuat biaya koordinasi naik, data tercecer, dan tanggung jawab saat terjadi masalah menjadi kabur. Solusinya adalah mengonsolidasikan vendor ke mitra yang mampu menangani banyak moda dan layanan, sambil tetap menjaga kapasitas cadangan. Tujuannya bukan sekadar mengurangi jumlah vendor, tapi membuat operasional lebih mudah dikendalikan.

Coba buka daftar vendor logistik di perusahaan Anda. Ada vendor truk untuk Jawa, vendor lain untuk Sumatera, forwarder untuk pengiriman laut, agen untuk kepabeanan, dan gudang terpisah untuk produk dingin. Masing-masing punya format dokumen, jam operasional, dan cara penagihan sendiri.

Tanda Anda punya terlalu banyak vendor

  • Tim menghabiskan banyak waktu hanya untuk koordinasi dan follow-up.
  • Laporan kinerja sulit dibuat karena data tersebar di banyak format.
  • Saat terjadi masalah, vendor saling lempar tanggung jawab.
  • Proses penagihan dan rekonsiliasi memakan waktu berhari-hari.
  • Setiap rute baru berarti proses onboarding vendor baru.

Biaya tersembunyi dari banyak vendor

Area Dampak
Koordinasi Banyak grup chat, telepon, dan email untuk satu pengiriman
Dokumen Format berbeda-beda, sulit direkonsiliasi
Visibilitas Tidak ada satu tampilan untuk semua pengiriman
Akuntabilitas Celah tanggung jawab saat barang berpindah moda
Administrasi Banyak kontrak, invoice, dan evaluasi vendor

Langkah menyederhanakan vendor secara bertahap

  1. Petakan semua vendor berdasarkan moda, rute, volume, dan kinerja.
  2. Identifikasi tumpang tindih, misalnya beberapa vendor melayani rute yang sama.
  3. Cari mitra yang bisa menangani banyak moda: darat, laut, kereta, kepabeanan, dan penyimpanan.
  4. Mulai dari rute atau layanan yang paling bermasalah, lalu ukur hasilnya.
  5. Pertahankan cadangan untuk rute yang sangat kritis selama masa transisi.
  6. Satukan pelaporan dalam satu sistem agar kinerja mudah dibandingkan.

Satu mitra, banyak layanan

Logisly dirancang sebagai mitra end-to-end sehingga beberapa hubungan vendor bisa dijadikan satu:

  • Trucking: reguler, express, distribusi ritel multi-drop, dedicated shuttle, dan stock transfer.
  • Pengiriman antarpulau: sea freight (FCL/LCL), roll-on/roll-off, dan LTL berbasis CBM.
  • Kereta dan udara: rail freight intermodal door-to-door dan air freight.
  • Kepabeanan: customs clearance dengan izin PPJK dan ahli PPJK bersertifikat.
  • Cold storage di Manyar, Gresik, Jawa Timur.
  • Satu platform dan satu tim operasional 24/7, dengan Transport Management System gratis untuk memantau seluruh pengiriman dan dokumen.

Dengan jaringan lebih dari 100.000 truk, konsolidasi vendor tidak berarti kehilangan kapasitas.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah memakai satu vendor tidak berisiko?

Risikonya bergantung pada kapasitas mitra. Mitra dengan jaringan armada yang sangat luas justru mengurangi risiko karena tidak bergantung pada satu armada.

Berapa vendor logistik yang ideal?

Tidak ada angka pasti. Yang penting, setiap vendor punya peran jelas dan kinerjanya terukur. Banyak perusahaan cukup dengan satu mitra utama dan satu atau dua cadangan.

Bagaimana memulai transisi?

Mulai dari satu layanan atau koridor, ukur fulfillment, SLA, dan kerapian dokumennya, lalu perluas secara bertahap.

Ingin menyederhanakan daftar vendor logistik Anda? Diskusikan peta vendor Anda bersama tim Logisly di Logisly.com.

Ventya Gema Kustriarty

Ventya Gema Kustriarty

Chief Operating Officer Logisly

Berpengalaman 20+ tahun di industri logistik dan startup, berfokus pada efisiensi operasional dan pertumbuhan bisnis.