Transportasi Multimoda dan Intermodal: Pengertian, Perbedaan & Contoh di Indonesia
Ventya Gema Kustriarty · Chief Operating Officer Logisly ·
Transportasi multimoda adalah pengiriman barang yang menggabungkan dua moda atau lebih, seperti truk dan kapal atau truk dan kereta, dalam satu perjalanan. Intermodal adalah bentuk khusus multimoda di mana barang tetap berada di unit yang sama, biasanya kontainer, saat berpindah moda. Di Indonesia, kombinasi moda bukan pilihan tambahan, melainkan kebutuhan, karena barang harus melintasi darat dan laut.
Satu truk tidak bisa menyeberangi laut, dan satu kapal tidak bisa masuk ke gudang Anda. Di sinilah kombinasi moda bekerja.
Perbedaan multimoda dan intermodal
| Aspek | Multimoda | Intermodal |
|---|---|---|
| Definisi | Gabungan beberapa moda dalam satu perjalanan | Gabungan moda dengan unit muatan yang sama |
| Unit muatan | Barang bisa dipindah antar kendaraan | Barang tetap di kontainer yang sama |
| Handling barang | Bisa lebih sering | Minimal, yang berpindah adalah kontainernya |
| Contoh | Truk ke pelabuhan, barang dimuat ke kapal, lalu truk lain di tujuan | Kontainer 40 ft dari pabrik naik kereta, lalu diantar trailer ke gudang |
Dalam percakapan sehari-hari, kedua istilah ini sering dipakai bergantian. Yang terpenting adalah memahami bahwa kombinasi moda bisa mengoptimalkan waktu, jangkauan, dan keandalan.
Contoh kombinasi moda di Indonesia
- Truk + kapal kontainer: gudang di Surabaya → pelabuhan → kapal ke Makassar → trailer ke gudang tujuan.
- Truk + Ro-Ro: truk bermuatan naik kapal ke Kalimantan dan langsung melanjutkan perjalanan ke penerima.
- Truk + kereta: kontainer diangkut trailer ke stasiun, naik kereta antarkota di Jawa, lalu diantar trailer ke tujuan.
- Truk + pesawat: untuk barang yang sangat mendesak ke wilayah yang jauh.
Kapan kombinasi moda lebih menguntungkan?
- Pengiriman antarpulau, yang memang tidak bisa hanya lewat darat.
- Rute jarak jauh dengan volume stabil, di mana kereta bisa memberi jadwal yang lebih terprediksi.
- Barang mendesak ke wilayah terpencil, di mana moda udara bisa memangkas waktu.
- Saat ingin menyeimbangkan kecepatan dan efisiensi dengan memilih moda terbaik untuk setiap ruas.
Tantangan utama: titik perpindahan
Setiap perpindahan moda adalah titik rawan: jadwal yang tidak sinkron, dokumen yang tertinggal, dan pertanyaan klasik "barang sekarang tanggung jawab siapa?" Karena itu, kombinasi moda paling efektif jika dikelola oleh satu penyedia yang mengatur seluruh ruas.
Multimoda bersama Logisly
- Satu penyedia untuk semua moda: trucking, sea freight (FCL/LCL), roll-on/roll-off, rail freight, dan air freight.
- Bantuan memilih moda berdasarkan ukuran pengiriman, tujuan, urgensi, efisiensi, dan kebutuhan operasional Anda.
- Rail freight intermodal door-to-door dengan kontainer 20 ft dan 40 ft hingga 29 ton, termasuk trucking first mile dan last mile.
- Trucking di setiap ujung dari jaringan 100.000+ truk.
- Cakupan 400+ tujuan di Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Bali, dan Indonesia Timur.
- Satu tampilan pemantauan melalui TMS gratis, dengan tim operasional 24/7.
Pertanyaan yang sering diajukan
Apakah multimoda selalu lebih lambat dari trucking langsung?
Tidak selalu. Untuk antarpulau, multimoda adalah satu-satunya pilihan. Untuk rute darat jarak jauh, kereta bisa memberi jadwal yang lebih terprediksi.
Siapa yang bertanggung jawab jika barang bermasalah saat berpindah moda?
Jika memakai beberapa vendor, tanggung jawab sering tidak jelas. Dengan satu penyedia seperti Logisly, satu tim bertanggung jawab atas seluruh perjalanan.
Bagaimana memilih kombinasi moda yang tepat?
Sampaikan asal, tujuan, volume, jenis barang, dan tenggat waktu. Tim Logisly akan merekomendasikan kombinasi moda yang paling sesuai.
Butuh kombinasi truk, kapal, atau kereta dalam satu pengiriman? Minta rekomendasi moda dari tim Logisly di Logisly.com.

Chief Operating Officer Logisly
Berpengalaman 20+ tahun di industri logistik dan startup, berfokus pada efisiensi operasional dan pertumbuhan bisnis.