Full Truck Load (FTL): Pengertian, Cara Kerja & Kapan Memakainya

Ventya Gema Kustriarty · Chief Operating Officer Logisly ·

Full Truck Load (FTL) adalah pengiriman di mana satu truk dipakai khusus untuk muatan satu shipper, dari titik muat langsung ke titik bongkar tanpa transit atau digabung dengan barang pihak lain. Karena truknya "milik Anda" selama perjalanan, FTL biasanya lebih cepat, lebih aman, dan lebih mudah dipantau dibandingkan pengiriman yang digabung.

Bayangkan gudang Anda di Cikarang harus mengirim 18 ton produk ke distributor di Semarang besok pagi. Barang sebanyak itu tidak masuk akal dipecah-pecah. Yang Anda butuhkan adalah satu truk yang datang tepat waktu, dimuat, lalu langsung jalan. Itulah FTL.

Bagaimana cara kerja pengiriman FTL?

Alurnya sederhana, tapi setiap tahap menentukan apakah barang tiba sesuai jadwal:

  1. Order dan pemilihan armada. Shipper menyampaikan rute, jenis barang, berat, dan volume. Dari situ ditentukan tipe truk yang pas, mulai dari pickup, CDE, CDD, hingga wingbox, tronton, atau trailer.
  2. Penugasan truk. Penyedia mencarikan truk yang sesuai dan mengonfirmasi jadwal penjemputan.
  3. Muat barang. Truk tiba di lokasi, barang dimuat, dan dokumen seperti surat jalan disiapkan.
  4. Perjalanan langsung. Truk berangkat ke tujuan tanpa singgah untuk mengambil muatan lain.
  5. Bongkar dan bukti serah terima. Barang diterima, lalu proof of delivery (POD) ditandatangani sebagai bukti pengiriman selesai.

Kapan sebaiknya memakai FTL?

FTL paling masuk akal ketika salah satu kondisi berikut terpenuhi:

  • Volume besar. Muatan mengisi sebagian besar kapasitas truk, baik dari sisi berat maupun volume.
  • Waktu sensitif. Barang harus tiba di jam tertentu, misalnya untuk jadwal produksi atau pengisian stok toko.
  • Barang butuh penanganan khusus. Produk mudah rusak, bernilai tinggi, atau tidak boleh dicampur dengan barang lain.
  • Rute rutin. Pengiriman berulang antar gudang atau dari pabrik ke distribution center.

Jika muatan Anda hanya beberapa palet, pengiriman LTL (Less Than Truckload) yang dihitung per CBM biasanya lebih efisien. Baca juga perbandingan lengkap FTL vs LTL.

FTL vs LTL secara singkat

Aspek FTL LTL
Penggunaan truk Satu truk untuk satu shipper Ruang truk dibagi beberapa shipper
Rute Langsung dari asal ke tujuan Bisa singgah atau konsolidasi
Waktu tempuh Lebih cepat dan bisa diprediksi Tergantung jadwal konsolidasi
Risiko handling Lebih rendah Lebih tinggi karena bongkar-muat berulang
Cocok untuk Volume besar, rute rutin, barang sensitif Muatan kecil hingga menengah

Tantangan terbesar FTL: truknya ada atau tidak?

Di atas kertas FTL terdengar mudah. Di lapangan, masalah paling sering bukan di perjalanan, tapi di awal: truk tidak datang. Transporter membatalkan order, armada tidak sesuai, atau jadwal muat mundur berjam-jam. Satu truk yang gagal datang bisa membuat lini produksi menunggu dan toko kehabisan stok.

Karena itu, saat memilih penyedia FTL, tanyakan dua angka ini:

  • Fulfillment rate: seberapa sering penyedia benar-benar menyediakan truk untuk order yang sudah diterima.
  • SLA (Service Level Agreement): seberapa konsisten penjemputan dan pengiriman tepat waktu.

Bagaimana Logisly menjalankan FTL

Logisly membangun layanan FTL untuk kebutuhan perusahaan yang tidak bisa menoleransi truk telat atau batal:

  • Jaringan lebih dari 100.000 truk transporter mitra, sehingga pencarian truk tidak bergantung pada satu vendor.
  • Fulfillment rate di atas 95% dan SLA 95%. Order yang sudah diterima dijalankan dengan konsisten.
  • Kapasitas besar. Truk rigid hingga 25 ton atau 60 CBM per truk, trailer untuk muatan yang lebih besar, dan hingga 100 truk per hari untuk order besar atau musim puncak.
  • Pilihan armada lengkap, dari pickup, CDE, dan CDD sampai wingbox, tronton, trailer, dan truk kontainer.
  • Visibilitas penuh tanpa biaya tambahan. Setiap perjalanan bisa dipantau lewat Transport Management System (TMS) gratis dengan pelacakan real-time, dan POD bisa diunduh langsung.
  • Tim operasional 24/7 yang bisa dihubungi lewat WhatsApp, termasuk untuk membuat order.

Cakupannya menjangkau lebih dari 400 tujuan di Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Bali, hingga Indonesia Timur.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa bedanya FTL dengan sewa truk biasa?

Secara praktik mirip, karena keduanya memakai satu truk untuk satu shipper. Bedanya, layanan FTL dari penyedia logistik biasanya sudah termasuk pencarian armada, pemantauan perjalanan, dokumen pengiriman, dan penanganan masalah di jalan, sehingga Anda tidak perlu mengurus sopir dan truk sendiri.

Apakah FTL hanya untuk truk besar?

Tidak. FTL berarti satu kendaraan khusus untuk muatan Anda, berapa pun ukurannya. Pickup atau CDE juga bisa menjadi FTL jika dipakai khusus untuk satu pengiriman.

Bagaimana memilih tipe truk untuk FTL?

Mulai dari berat dan volume muatan, lalu pertimbangkan akses lokasi (misalnya jalan sempit atau aturan jam operasional truk di kota) serta cara bongkar muat. Tim Logisly bisa membantu memilih truk yang paling sesuai.

Bisakah FTL dipakai untuk pengiriman rutin?

Bisa. Untuk rute yang berulang setiap hari atau minggu, Logisly menyediakan dedicated shuttle bulanan sehingga kapasitas truk terjamin tanpa harus memesan satu per satu.

Bagaimana cara memesan FTL di Logisly?

Melalui website Logisly.com atau WhatsApp. Order, status pengiriman, dan lokasi truk bisa dicek dari kanal yang sama.

Butuh truk yang benar-benar datang sesuai jadwal? Hubungi tim Logisly melalui Logisly.com atau WhatsApp dan ceritakan rute serta muatan Anda.

Ventya Gema Kustriarty

Ventya Gema Kustriarty

Chief Operating Officer Logisly

Berpengalaman 20+ tahun di industri logistik dan startup, berfokus pada efisiensi operasional dan pertumbuhan bisnis.